Travel

Pengalaman Puasa di Jepang, Tarawih Bergantian Sampai Bukber Online

Ilustrasi Masjid Kobe di Jepang.(SHUTTERSTOCK)

Jakarta – Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Cut Anissa Maulidya yang saat ini sedang bekerja di ANA Intercontinental Manza Resort, Okinawa, Jepang, menceritakan pengalaman uniknya selama Bulan Ramadhan di Jepang.

Ia mengatakan bahwa dirinya harus melaksanakan shalat tarawih di Masjid secara bergantian lantaran negara tersebut memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tempat-tempat umum, termasuk Masjid. Kebijakan itu bertujuan untuk menekan penyebaran virus Covid-19 yang masih mewabah sampai saat ini.

“Pas Tokyo dan Osaka kena PSBB atau di Jepang sebutannya kinkyuu jitai sengen, ya jadi terpaksa kunjungan ke masjid dibatesin maksimal 50 persen kapasitas,” kata Anissa Kamis (6/5/2021).

ia melanjutkan, laki-laki shalat terlebih dahulu kemudian perempuan baru boleh shalat. Laki-laki ada di lantai satu dan perempuan di lantai dua. Namun jika ramai, laki-laki shalat terlebih dahulu di lantai satu dan dua.

Ilustrasi Masjid Kobe di Jepang.(SHUTTERSTOCK)

Anissa juga mengungkapkan jika keberadaan Masjid di negara Jepang sangatlah minim. Wajar saja karena mayoritas penduduk di negara itu bukan merupakan umat Muslim.

“Susah Tarawih berjamaah disini juga karena di Jepang tiap prefektur cuma ada satu Masjid,” tutur Anissa. Ia juga mengatakan bahwa masa pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai membuatnya tidak bisa pulang ke Tanah Air untuk bertemu kerabat dan keluarga.

Alhasil Anissa bersama teman-temannya memutuskan untuk berbuka puasa bersama secara online.

“Biasanya kita nunggu yang negaranya paling terakhir maghrib dulu. Habis pada shalat, baru online kita. Sambil makan, ngobrol, setelah itu foto-foto bersama,” tutur Anissa.

Meski tidak bisa bertemu secara langsung, tetapi ia merasa senang karena setidaknya bisa melihat wajah teman-temannya dan punya waktu untuk saling berbagi cerita.

Lebih lanjut, Anissa menceritakan bahwa meskipun saat bulan puasa jauh dari keluarga dan sendirian, teman-teman dan atasan di tempat ia bekerja selalu menghargai dan memberikannya dukungan.

“Teman-teman di sini suka nemenin buka puasa, malah kadang mereka ikutan gak makan karena gak enak sama aku. Bahkan, chef di tempat aku kerja juga suka kasih takjil gratis gitu buat buka puasa,” sambung dia.

Leave a Reply