Travel

Syarat Mendaki Gunung Prau Pasca Lebaran 2021

Lahan pertanian milik warga di jalur pendakian Gunung Prau via Igirmranak, Wonosobo, Jawa Tengah.(Dokumentasi Adi Permana)

Prau – Sekretaris Basecamp Pendakian Gunung Prau, Jawa Tengah, via Wates Achmad Afifudin mengatakan bahwa ada jalur pendakian yang ditutup saat Hari Raya Idul Fitri 2021.

“Untuk basecamp lain saya belum tahu. Tapi kalau jalur Wates tutup tanggal 3 sampai 14 Mei, dan buka kembali tanggal 15 Mei,” ungkapnya, Kamis (6/5/2021).

Selain jalur Wates, jalur pendakian via Patak Banteng juga ditutup pada 11-13 Mei. Ada juga jalur pendakian via Kalilembu ditutup pada 13 April-13 Mei.

Kemudian jalur pendakian via Igirmranak yang ditutup pada 10-16 Mei, Dwarawati pada 11-13 Mei, dan jalur pendakian Gunung Prau via Dieng pada 13 Mei.

Mengenai daerah asal pendaki, saat ini Gunung Prau masih menerima pendaki umum termasuk yang datang dari luar Kabupaten Batang, Kendal, Temanggung, dan Wonosobo.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut syarat mendaki Gunung Prau pasca Lebaran 2021:

  • Pendaki dari luar empat kabupaten tersebut dan DIY wajib membawa hasil negatif tes rapid antigen, PCR, atau GeNose*.
  • Pendaki dari Jakarta, Depok, Tangerang, dan Banten wajib membawa surat izin keluar masuk (SIKM) selain membawa syarat pada poin nomor satu*.
  • Pendaki dari area Jawa Tengah dan DIY wajib membawa surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan/klinik/dokter daerah asal.
  • Pendaki wajib periksa kesehatan sebelum pergi mendaki.
  • Fotokopi kartu identitas—seperti SIM, KTP, atau identitas lainnya—wajib dibawa.
  • Jika tidak punya KTP/SIM, fotokopi kartu pelajar/mahasiswa/santri wajib dibawa.
  • Registrasi Rp 15.000, fasilitas umum Rp 10.000.
  • Pendaki tidak dibatasi kota/kabupaten asal.
  • Solo hiking boleh.
  • Belum boleh lintas jalur.
  • Pendaki tidak dibatasi usia.
  • Tidak bertukar perlengkapan pribadi seperti perlengkapan makan dan minum.
  • Pendaki wajib membawa hand sanitizer.
  • Wajib memakai dan membawa masker.
  • Selalu pakai masker selama dalam perjalanan.
  • Masker harus diganti setiap hari (minimal dua masker dalam satu kali pendakian).
  • Wajib membawa perlengkapan pendakian sesuai SOP.
  • Kuota pendakian 50 persen dari kapasitas normal.
  • Tenda diisi 50 persen dari kapasitas.
  • Pendaki wajib lapor setelah melakukan pendakian.
  • Untuk surat keterangan sehat, calon pendaki juga bisa membuatnya di Puskesmas Kejajar, Dieng Wetan, dan atau Dieng Kulon dengan membayar biaya Rp 20.000.
Pemandangan di jalur pendakian Gunung Prau via Igirmranak, Wonosobo, Jawa Tengah.(Dokumentasi Adi Permana)

Syarat bawa hasil negatif antigen, PCR, atau GeNose Terkait syarat membawa hasil negatif rapid antigen, PCR, atau GeNose, hal tersebut tertera dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.

Selain itu, syarat yang sama juga terdapat di SE Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

SE tersebut juga hanya memberi pengecualian untuk tujuan bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi satu orang anggota keluarga, dan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang.

SE tersebut berlaku pada 6-17 Mei untuk perjalanan lintas kota/kabupaten/provinsi dengan moda transportasi darat, kereta api, laut, dan udara.

Untuk hasil negatif rapid antigen, PCR, atau GeNose, periode pengambilan sampel masih mengacu pada SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 12 Tahun 2021 yakni sebagai berikut:

Udara

  • Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan, atau
  • Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan, atau
  • Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif GeNose di bandara sebelum keberangkatan.

Laut

  • Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan, atau
  • Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif GeNose di pelabuhan sebelum keberangkatan
  • Kereta api
  • penumpang wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil 1×24 jam, atau
  • Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan, atau
  • Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan, atau Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif GeNose di stasiun sebelum keberangkatan.

Darat

  • Pelaku perjalanan transportasi umum: Ada tes acak rapid test antigen atau GeNose jika diperlukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 daerah.
  • Pelaku perjalanan transportasi pribadi: Diimbau lakukan tes PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif GeNose di rest area.
  • SIKM untuk yang keluar dari Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi
  • Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Depok, Tangerang, dan Bekasi menerapkan aturan SIKM selama periode larangan mudik.
  • Untuk Jakarta, pembuatan SIKM dapat dilakukan melalui aplikasi JakEVO.
    SIKM akan diberikan dalam bentuk daring yang ditandatangani kelurahan dalam bentuk digital atau kode QR.
  • Lalu, SIKM untuk keluar Depok tertera dalam SE Nomor 443/201.1-Huk/Satgas. Pengurusan SIKM bisa dilakukan di kantor kelurahan sesuai domisili.

Pemkot Tangerang terapkan SIKM lewat SE Nomor 130/1714-Tapem. Pengurusan SIKM bisa dilakukan di kelurahan atau kecamatan setempat.

Kemudian, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi terapkan SIKM lewat SK Nomor 551.1./Kep.228-Dishub/V/2021. Pengurusan dilakukan di kelurahan dengan surat pengantar dari Ketua RT/RW.

Syarat perjalanan usai 17 Mei

Selain periode mudik lebaran 6-17 Mei, ada juga pengetatan pada 18-24 Mei. Hal ini disebutkan dalam Addendum SE Nomor 13 Tahun 2021. Syaratnya sebagai berikut:

Udara

  • Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan, atau
  • Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif GeNose di bandara sebelum keberangkatan.

Laut

  • Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan, atau
  • Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif GeNose di pelabuhan sebelum keberangkatan.

Kereta api

  • Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan, atau
  • Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif GeNose di stasiun kereta api sebelum keberangkatan.

Darat

  • Pelaku perjalanan transportasi umum: Ada tes acak tes rapid antigen atau GeNose jika diperlukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 daerah.
  • Pelaku perjalanan transportasi pribadi: Diimbau lakukan tes PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif GeNose di rest area.

Leave a Reply